Sabtu, 03 Oktober 2015

Tafsir Quran Q.S Albaqarah : 36

๐Ÿ’RUBRIK TAFSIR ODOJERS ๐Ÿ’

Edisi 19, Jumat 02 oktober 2015

Surat Al Baqarah : 36

๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

Firman Allah Swt:
 ูَุฃَุฒَู„َّู‡ُู…َุง ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ุนَู†ْู‡َุง
"Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari Surga itu". (Al-Baqarah: 36)

Damir "Anhaa," dapat kembali pada kata Surga. Atas dasar i'rab ini, berarti makna ayat adalah 'keduanya dijauhkan oleh setan dari Surga', demikianlah menurut bacaan Asim (yakni fa-azallahuma).
Dapat juga diartikan bahwa damir tersebut kembali kepada madzkur yang paling dekat dengannya, yaitu asy-syajarah. Dengan demikian, berarti makna ayat seperti yang dikatakan oleh Al-Hasan dan Qatadah ialah, 'maka setan menggelincirkan keduanya disebabkan pohon tersebut'.

Dalam ayat selanjutnya Allah Swt berfirman:
ูَุฃَุฎْุฑَุฌَู‡ُู…َุง ู…ِู…َّุง ูƒَุงู†َุง ูِูŠู‡ِ
"Dan keduanya dikeluarkan dari keadaan semula". (Al-Baqarah: 36)

Yakni dari semua kenikmatan, seperti pakaian, tempat tinggal yang luas, rezeki yang berlimpah, dan kehidupan yang enak.

Dan Allah Swt berfirman, :
ูˆَู‚ُู„ْู†َุง ุงู‡ْุจِุทُูˆุง ุจَุนْุถُูƒُู…ْ ู„ِุจَุนْุถٍ ุนَุฏُูˆٌّ ۖ ูˆَู„َูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู…ُุณْุชَู‚َุฑٌّ ูˆَู…َุชَุงุนٌ ุฅِู„َู‰ٰ ุญِูŠู†ٍ

"Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (Al-Baqarah: 36)

Yaitu tempat tinggal, rezeki, dan ajal.
Yang dimaksud dengan "ilaa hiin" ialah waktu yang terbatas dan yang telah ditentukan, kemudian terjadilah kiamat.

Dalam riwayat Ibnu Hatim (dengan sanadnya) dari Qatadah, dari Ubay ibnu Ka'b yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Setelah Adam memakan buah terlarang itu, maka ia lari dan ada sebuah pohon yang terkait pada rambutnya, kemudian diseru, "Hai Adam, apakah Engkau lari dari-Ku?" Adam menjawab, "Tidak, melainkan karena malu kepada-Mu." Allah berfirman, "Hai Adam, keluarlah kamu dari sisi-Ku, demi keagungan-Ku, Aku tidak akan menempatkan di dalamnya (Surga) orang yang durhaka kepada-Ku. Seandainya Aku menciptakan makhluk yang semisal denganmu sepenuh bumi, lalu mereka durhaka kepadaKu, niscaya Aku akan menempatkan mereka di tempat tinggal orang-orang yang durhaka (neraka)."

Hadis ini berpredikat garib, di dalam sanadnya terdapat inqita', bahkan i'dal antara Qatadah dan Ubay Ibnu Ka'b r.a.

๐Ÿ“Berapa lama Nabi Adam berada di surga?

๐Ÿ‘‰๐ŸปAl-Hakim (dengan sanadnya) dari Ibnu Abbas yang telah menceritakan, "Tidaklah Adam tinggal di dalam Surga melainkan hanya antara salat Ashr sampai dengan tenggelamnya matahari".
๐Ÿ‘‰๐ŸปAbdur Rahman ibnu Humaid mengatakan di dalam kitab tafsirnya, bahwa Adam tinggal di dalam Surga hanya sesaat di siang hari. Satu saat tersebut lamanya sama dengan 130 tahun hari-hari dunia.

๐Ÿ“Dimana Nabi Adam diturunkan?

๐Ÿ‘‰๐ŸปAs-Saddi mengatakan, bahwasanya Allah Swt berfirman: "Turunlah kalian semua dari Surga itu". (Al-Baqarah: 38)

Maka turunlah mereka, sedangkan Adam turun di India dengan membawa Hajar Aswad dan segenggam dedaunan Surga, lalu ia menaburkannya di India, maka tumbuhlah pepohonan yang wangi baunya. Maka asal mula wewangian dari India itu adalah dari segenggam dedaunan Surga yang ikut dibawa turun oleh Adam. Sesungguhnya Adam menggenggamnya hanya terdorong oleh rasa penyesalannya karena dikeluarkan dari Surga.
๐Ÿ‘‰๐ŸปImran ibnu Uyaynah meriwayatkan dari Ata ibnu Saaib, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Adam diturunkan di Dahna, salah satu wilayah negeri India.
๐Ÿ‘‰๐ŸปIbnu Abu Hatim mengatakan bahwa Adam diturunkan di suatu daerah yang dikenal dengan nama Dahna, terletak di antara Mekah dan Taif.
๐Ÿ‘‰๐ŸปAl-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa Adam diturunkan di India, sedangkan Siti Hawa di Jeddah, dan iblis di Dustamisan yang terletak beberapa mil dari kota Basrah, sedangkan ular diturunkan di Asbahan.
๐Ÿ‘‰๐ŸปDalam riwayat lain dikatakan Adam a.s. diturunkan di Safa, dan Hawa diturunkan di Marwah.

๐Ÿ“Bagaimana keadaan Nabi Adam saat diturunkan?

๐Ÿ‘‰๐ŸปRaja Ibnu Salamah mengatakan bahwa Adam a.s. diturunkan, sedangkan kedua tangannya diletakkan pada kedua lututnya seraya menundukkan kepalanya. Iblis diturunkan, sedangkan jari jemari tangannya ia satukan dengan yang lainnya seraya mengangkat kepalanya ke langit.
๐Ÿ‘‰๐ŸปDari Abu Musa mengatakan "Sesungguhnya ketika Allah Swt menurunkan Adam dari Surga ke bumi, terlebih dahulu Dia mengajarkan kepadanya membuat segala sesuatu dan membekalinya dengan buah-buahan Surga. Maka buah-buahan kalian ini berasal dari buah-buahan Surga, hanya bedanya buah-buahan yang ini berubah, sedangkan buah-buahan Surga tidak berubah."

๐Ÿ“Kapan Nabi Adam diturunkan?

๐Ÿ‘‰๐ŸปAz-Zuhri meriwayatkan dari Abdur Rahman ibnu Hurmuz AlA'raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Adam diciptakan, pada hari Jumat pula ia dimasukkan ke dalam Surga, dan pada hari Jumat pula ia dikeluarkan darinya." (Riwayat Imam Muslim dan Imam Nasai)

๐Ÿ“Faedah yang terkadung dalam ayat

Fakhruddin (Ar-Razi) mengatakan, "Sepengetahuanku di dalam ayat ini terkandung makna peringatan dan ancaman yang besar terhadap semua perbuatan maksiat bila ditinjau dari berbagai segi. Antara lain ialah penggambaran kejadian yang dialami oleh Nabi Adam hingga ia dikeluarkan dari Surga, hanya disebabkan kekeliruan yang kecil, yang ini membuatnya menjadi sangat malu terhadap perbuatan maksiat".

Ar-Razi meriwayatkan dari Fathul Mausuli mengatakan bahwa kita ini pada awalnya adalah kaum penghuni Surga, kemudian kita ditawan oleh iblis ke dunia. Maka tiadalah yang kita alami selain kesusahan dan kesedihan sebelum kita dikembalikan ke rumah tempat kita dahulu dikeluarkan.

๐Ÿ“Beberapa pendapat seputar iblis yang menggoda Nabi Adam a.s

Apabila ada yang mengatakan, "Jika surga tempat Adam a.s dikeluarkan berada di langit, (seperti yang dikatakan oleh jumhur ulama) maka mengapa iblis dapat memasukinya, padahal dia telah diusir darinya untuk selama-lamanya?

Sebagai jawabannya dapat dikatakan, "Memang pemikiran seperti inilah yang dijadikan dalil bagi orang yang mengatakan bahwa Surga yang dalunya ditempati oleh Adam berada di bumi bukan di langit. Hal ini telah kami jelaskan secara rinci dalam permulaan kitab kami AlBidayah Wan Nihayah.

Dan Sehubungan dengan pertanyaan tersebut jumhur ulama mengemukakan berbagai jawaban, antara lain:
Iblis memang dilarang masuk Surga bila memasukinya secara baik-baik. Jika dia memasukinya dengan cara yang hina seperti menyusup maka tiada yang mencegahnya.
Karena itu, ada sebagian dari mereka yang mengatakan (sebagaimana apa yang disebut di dalam kitab Taurat) bahwa iblis masuk ke dalam Surga melalui mulut ular yang kemudian ular tersebut masuk ke dalam Surga.

Menurut sebagian ulama, dapat pula iblis menggoda keduanya (Adam dan Hawa) dari luar pintu Surga.
Sebagian yang lainnya mengatakan bahwa iblis menggoda keduanya dari bumi, sedangkan keduanya masih berada di dalam srga di langit. Demikian menurut Az-Zamakhsyari dan lain-lainnya.

Wallahu'alaam bishshowab

Oleh : Tim Syari'ah Divisi Tsaqofah Islamialyah - PSDM ODOJ
Sumber : Alquran al azhim

RTO/19/02/10/2015/Divisi TSI-PSDM ODOJ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar