Kamis, 22 Oktober 2015

Tips Mendidik Anak Menghapal Alquran

๐ŸŒธISLAMIC NEWS CORNER๐ŸŒธ

Edisi 16 (Parenting), Rabu 21 oktober 2015


๐Ÿ‘ช๐Ÿ’Tips-Tips Mendidik Anak Menghafal Al Qur'an๐Ÿ’๐Ÿ‘ช

๐Ÿ”— Anak-anak berbeda dengan orang tua. Apa yang menurut orang tua mudah, belum tentu bagi mereka mudah. Pun sebaliknya yang menurut orang tua susah, boleh jadi bagi mereka mudah. Nah, begitu juga dalam menghafal Al Qur'an, mungkin bagi kita susah, jangankan 30 juz, juz 30 saja masih belepotan. Namun, belum tentu bagi anak-anak..

๐Ÿ“” Sesuai dengan apa yang diriwayatkan Ath-Thabrani dari Ali ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Didiklah anak-anakmu dalam tiga perkara: Mencintai Nabimu, mencintai keluarganya, dan Membaca Al Qur'an, maka sesungguhnya orang-orang yang membawa Al Qur'an berada dalam naungan 'Arsy Allah ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, bersama para Nabi dan orang-orang Suci."

๐ŸŽ“ Menurut Ibnu Khaldun, sesungguhnya usia ideal bagi anak untuk menghafal Al Qur'an adalah mulai usia 5 tahun sampai menjelang baligh.

๐ŸŽ“ Ibnu Sina dalam bukunya 'As-Siyasah' menasehatkan agar dalam mempersiapkan anak dari segi fisik dan mental hendaknya dimulai dengan mengajarkan Al Qur'an kepada anak, agar sejak kecil ia sudah mulai mengenal bahasa arab yang asli, dan tertanam dalam jiwanya nilai-nilai keimanan.

๐ŸŽ“ Imam Al-Ghazali dalam Ihya'-nya mewasiatkan agar mengajarkan anak tentang Al Qur'an, hadits, dan cerita orang-orang shalih kemudian adalah bagian dari hukum-hukum agama, dimana anak-anak akan mudah sekali menghafal Al Qur'an.
〰〰〰

๐Ÿ”† Untuk  mencapai prestasi anak tersebut (menghafal Al Qur'an), tentunya harus ada peran orang tua yang mengarahkan anak dalam menghafal Al Qur'an sehingga benar-benar berinteraksi dengan Al Qur'an.

๐Ÿ‘ช๐Ÿ’Ada beberapa tips untuk mendidik anak-anak menghafal Al Qur'an, diantaranya:
๐ŸŒท1. Perdengarkan Al Qur'an saat anak di dalam rahim ibu,
๐ŸŒท2. Perdengarkan Al Qur'an saat anak sedang disusui,
๐ŸŒท3. Bacakan Al Qur'an dihadapan anak,
๐ŸŒท4. Perdengarkan Al Qur'an dimanapun (rumah, mobil, dll),
๐ŸŒท5. Jauhkan dari musik, sesungguhnya musik adalah musuh Al Qur'an,
๐ŸŒท6. Berikan 1 mushaf Al Qur'an,
๐ŸŒท7. Berikan hadiah setiap menghafal 1 juz,
๐ŸŒท8.Ceritakan kisah-kisah dalam Al Qur'an,
๐ŸŒท9. Buat permainan ttg Al Qur'an.

๐ŸŽ Salah satu yang menjadi kebahagiaan bagi orang tua adalah memiliki anak yang menghafal Al Qur'an.

๐Ÿ““ Hadits Nabi Muhammad saw berbunyi:
"Disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu'alaihi Salam yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, bacalah dengan hatimu "Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan didunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an."

๐Ÿ‘ณ๐Ÿป Maa syaa Allah, orangtua yang memiliki anak Hafizh Al Qur'an akan mendapatkan jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan di dunia.
Semoga kita menjadi orang tua yang selalu mendidik anak kita untuk membaca Al Qur'an, mencintai Al Qur'an, dan memotivasi anak untuk menghafal Al Qur'an, aamiiin..

๐Ÿ“š Dirangkum dari Berbagai Sumber oleh Tim INC Divisi Tsaqafah Islamiyah PSDM ODOJ

INC/16/21/10/2015/Divisi TSI - PSDM ODOJ

Albaqarah : 37

๐Ÿ“šRUBRIK TAFSIR ODOJERS๐Ÿ“š

Edisi 20, Jumat 9 Oktober 2015

๐Ÿ“š Tafsir Qur'an Surah Al Baqarah : 37

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َٰู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ

ูَุชَู„َู‚َّู‰ٰ ุขุฏَู…ُ ู…ِู†ْ ุฑَุจِّู‡ِ ูƒَู„ِู…َุงุชٍ ูَุชَุงุจَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ۚ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ุชَّูˆَّุงุจُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…

(Surat Al-Baqarah : 37)

Artinya:
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".

๐Ÿ‘ณ๐Ÿป Abu Ishaq As Subai'i meriwayatkan dari seorang lelaki Bani Tamim yang menceritakan bahwa ia pernah datang kepada Ibnu Abbas, lalu bertanya kepadanya, "Kalimat kalimat apakah yang diberikan kepada Adam oleh Tuhannya? Iya menjawab, Ilmu mengenai Ibadah Haji".

๐Ÿ‘ณ๐Ÿป Sufyan As Tsauri meriwayatkan dari Abdul Aziz ibnu Raf'i yang mengatakan bahwa ia telah menerima riwayat ini dari seorang yang pernah mendengar dari Ubaid ibnu Umair. Riwayat lain menyebutkan, telah menceritakan kepadaku Mujahid, dari Ubaid ibnu Umair yang mengatakan bahwa Adam berkata: "Wahai Tuhanku, dosa yang telah kulakukan ini merupakan suatu hal yang telah Engkau pastikan terhadap diriku sebelum engkau menciptakan diriku, atau sesuatu yang aku perbuat dari diriku sendiri?". Allah berfirman, "Tidak, bahkan itu adalah sesuatu yang aku takdirkan atas dirimu sebelum kamu diciptakan". Adam berkata, "Maka sebagaimana Engkau telah memastikannya atas diriku, karenanya ampunilah diriku ini".
Ubaid ibnu Umair mengatakan bahwa yang demikian itulah Makna dari firmanNya:

ูَุชَู„َู‚َّู‰ٰ ุขุฏَู…ُ ู…ِู†ْ ุฑَุจِّู‡ِ ูƒَู„ِู…َุงุชٍ ูَุชَุงุจَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ۚ

Artinya:
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya".
(Al Baqarah: 37)

๐Ÿ‘ณ๐ŸปIbnu Abu Nujaih meriwayatkan dari mujahid yang mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa yang dimaksud dengan beberapa kalimat ialah sebagai berikut:

Ya Allah, tidak adabTuhan yang wajib disembah selain Engkau, mahasuci Engkau dengan memuji kepadaMu, wahai Tuhanku, Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, Maka berilah ampun bagi diriku, sesungguhnya Engkau sebaik-baik penerima taubat. Ya Allah tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain  Engkau, maha suci Engkau dengan memuji kepadaMu, wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diri kusendiri, maka rahmatilah diriku, sesungguhnya Engkau sebaik baik pemberi rahmat, Ya Allah tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Engkau, maha suci Engkau dengan memuji kepadaMu, wahai Tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka berilah ampunan kepadaku, sesungguhnya Engkau maha penerima taubat lagi maha penyayang.

Firman Allah Swt :

ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ุชَّูˆَّุงุจُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…
Artinya: Sesungguhnya Allah maha penerima tobat lagi maha penyayang (Al Baqoroh 37)
๐Ÿ‘†
Yakni sesungguhnya dia menerima tobat orang yang bertobat dan kembali kepadaNya, makna ayat ini sama dengan makna yang terdapat didalam firmanNyaُ

๐Ÿ“– At-Taubah : 104
ุฃَู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‡ُูˆَ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ุชَّูˆْุจَุฉَ ุนَู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ
Artinya: tidaklah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya (At Taubah: 104)ُ

๐Ÿ“– An Nisaa 110
ูˆَู…َู†ْ ูŠَุนْู…َู„ْ ุณُูˆุกًุง ุฃَูˆْ ูŠَุธْู„ِู…ْ ู†َูْุณَู‡ُ ุซُู…َّ ูŠَุณْุชَุบْูِุฑِ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฌِุฏِ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَูُูˆุฑًุง ุฑَุญِูŠู…ًุง (ุงู„ู†ุณุขุก : 110)
Artinya: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah maha pengampun lagi maha penyayang. (An Nisaa: 110)

๐Ÿ“– Al Furqon 71
ูˆَู…َู†ْ ุชَุงุจَ ูˆَุนَู…ِู„َ ุตَุงู„ِุญًุง ูَุฅِู†َّู‡ُ ูŠَุชُูˆุจُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َุชَุงุจًุง (ุงู„ูุฑู‚ุงู† : 71)
Artinya: Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal sholeh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan Taubat yang Sebenar- benarnya. (Al Furqan: 71)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menunjukan bahwa Allah Swt. Mengampuni semua dosa dan menerima taubat orang yang bertaubat. Demikianlah sebagian dari kelembutan Allah kepada mahlukNya dan kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya. Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Dia yang maha penerima taubat lagi maha penyayang.

Posted by : Tim Syari'ah divisi Tsaqafah Islamiyah PSDM ODOJ

Maraji' : Tafsir ibnu Katsir

RKO/20/09/10/2015/Divisi TSI - PSDM ODOJ

Sabtu, 03 Oktober 2015

Bentuk Sikap Membangkang Terhadap Suami Yang Sering Tidak Di Sadari Oleh Istri

๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

✴ Bentuk Sikap Membangkang Terhadap Suami yang Seringkali Tidak Disadari oleh Istri ✴

๐Ÿ“– Sahabat 2BWOW, ridho suami adalah jalan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena itu, seharusnya seorang istri senantiasa berusaha melakukan hal yang terbaik bagi suami. Kepatuhan istri kepada seorang suami adalah wajib selama suami tidak memerintahkan hal yang dilarang oleh agama.

๐Ÿ“– Namun pada kenyataannya, tak sedikit istri yang membangkang terhadap suami. Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

๐Ÿ“– Beberapa hal diantaranya tidak disadari oleh istri sebagai sikap membangkang dan  inilah beberapa bentuk sikap membangkang terhadap suami yang seringkali tidak disadari oleh istri:

1⃣ .Menolak ‘ajakan’ suami
↪ Saat istri merasa letih, istri merasa berhak untuk menolak ajakan suami untuk berhubungan badan. Padahal hal ini tidak benar. Istri berkewajiban untuk menyegerakan dalam menyambut ajakan suami seperti penjelasan hadits berikut ini:

✏ Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat istri yang suka berkata, ‘Nanti. nanti' (dalam memenuhi ajakan suaminya)." (Thabrani).

↪ Saat keinginan suami untuk berhubungan badan ditolak, akan terbuka pintu maksiat yang dapat menyeret suami kepada perbuatan zina.

2⃣. Lalai dalam melayani suami
↪ Bentuk kelalaian dalam melayani suami merupakan indikasi sikap membangkang terhadap suami. Contohnya: istri malas memasak, sehingga dari hari ke hari selalu menyajikan menu masakan instan kepada suami. Hal ini menimbulkan berkurangnya nafsu makan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit dalam jangka waktu yang panjang.

3⃣. Merendahkan suami dan kurang menghargai hasil jerih payah suami
↪ Tanpa disadari, istri terkadang bersikap merendahkan suami dengan ucapannya. Misalnya: membandingkan penghasilan suami dengan tetangga.

4⃣. Terlalu sering mengeluh
↪ Istri yang terlalu sering mengeluh tentu akan membuat suami merasa tidak nyaman. Bentuk sikap mengeluh yang merupakan sikap membangkang pada suami adalah: mengeluh dengan penghasilan suami atau mengeluh setiap kali mengerjaan pekerjaan rumah.

5⃣. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami
↪ Rahasia suami harus senantiasa ditutupi oleh istri. Sekalipun sedang ada perselisihan, istri tidak diperkenankan untuk menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

6⃣. Membelanjakan nafkah pada hal yang tidak disukai oleh suami
↪ Belanjakanlah nafkah dari suami pada hal yang dia ridhoi karena hal ini merupakan indikasi istri menghargai suami dan juga segala jerih payahnya dalam mencari nafkah.

๐Ÿ“ Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Namun tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketaatan istri sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami. Sebaliknya, sikap membangkang terhadap suami akan mengikis benih cinta dalam hati suami.

Waallahu a’laam bishowab

๐Ÿ’ป Sumber : www.ummi-online.com

๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

Tafsir Quran Q.S Albaqarah : 36

๐Ÿ’RUBRIK TAFSIR ODOJERS ๐Ÿ’

Edisi 19, Jumat 02 oktober 2015

Surat Al Baqarah : 36

๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

Firman Allah Swt:
 ูَุฃَุฒَู„َّู‡ُู…َุง ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ุนَู†ْู‡َุง
"Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari Surga itu". (Al-Baqarah: 36)

Damir "Anhaa," dapat kembali pada kata Surga. Atas dasar i'rab ini, berarti makna ayat adalah 'keduanya dijauhkan oleh setan dari Surga', demikianlah menurut bacaan Asim (yakni fa-azallahuma).
Dapat juga diartikan bahwa damir tersebut kembali kepada madzkur yang paling dekat dengannya, yaitu asy-syajarah. Dengan demikian, berarti makna ayat seperti yang dikatakan oleh Al-Hasan dan Qatadah ialah, 'maka setan menggelincirkan keduanya disebabkan pohon tersebut'.

Dalam ayat selanjutnya Allah Swt berfirman:
ูَุฃَุฎْุฑَุฌَู‡ُู…َุง ู…ِู…َّุง ูƒَุงู†َุง ูِูŠู‡ِ
"Dan keduanya dikeluarkan dari keadaan semula". (Al-Baqarah: 36)

Yakni dari semua kenikmatan, seperti pakaian, tempat tinggal yang luas, rezeki yang berlimpah, dan kehidupan yang enak.

Dan Allah Swt berfirman, :
ูˆَู‚ُู„ْู†َุง ุงู‡ْุจِุทُูˆุง ุจَุนْุถُูƒُู…ْ ู„ِุจَุนْุถٍ ุนَุฏُูˆٌّ ۖ ูˆَู„َูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู…ُุณْุชَู‚َุฑٌّ ูˆَู…َุชَุงุนٌ ุฅِู„َู‰ٰ ุญِูŠู†ٍ

"Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (Al-Baqarah: 36)

Yaitu tempat tinggal, rezeki, dan ajal.
Yang dimaksud dengan "ilaa hiin" ialah waktu yang terbatas dan yang telah ditentukan, kemudian terjadilah kiamat.

Dalam riwayat Ibnu Hatim (dengan sanadnya) dari Qatadah, dari Ubay ibnu Ka'b yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Setelah Adam memakan buah terlarang itu, maka ia lari dan ada sebuah pohon yang terkait pada rambutnya, kemudian diseru, "Hai Adam, apakah Engkau lari dari-Ku?" Adam menjawab, "Tidak, melainkan karena malu kepada-Mu." Allah berfirman, "Hai Adam, keluarlah kamu dari sisi-Ku, demi keagungan-Ku, Aku tidak akan menempatkan di dalamnya (Surga) orang yang durhaka kepada-Ku. Seandainya Aku menciptakan makhluk yang semisal denganmu sepenuh bumi, lalu mereka durhaka kepadaKu, niscaya Aku akan menempatkan mereka di tempat tinggal orang-orang yang durhaka (neraka)."

Hadis ini berpredikat garib, di dalam sanadnya terdapat inqita', bahkan i'dal antara Qatadah dan Ubay Ibnu Ka'b r.a.

๐Ÿ“Berapa lama Nabi Adam berada di surga?

๐Ÿ‘‰๐ŸปAl-Hakim (dengan sanadnya) dari Ibnu Abbas yang telah menceritakan, "Tidaklah Adam tinggal di dalam Surga melainkan hanya antara salat Ashr sampai dengan tenggelamnya matahari".
๐Ÿ‘‰๐ŸปAbdur Rahman ibnu Humaid mengatakan di dalam kitab tafsirnya, bahwa Adam tinggal di dalam Surga hanya sesaat di siang hari. Satu saat tersebut lamanya sama dengan 130 tahun hari-hari dunia.

๐Ÿ“Dimana Nabi Adam diturunkan?

๐Ÿ‘‰๐ŸปAs-Saddi mengatakan, bahwasanya Allah Swt berfirman: "Turunlah kalian semua dari Surga itu". (Al-Baqarah: 38)

Maka turunlah mereka, sedangkan Adam turun di India dengan membawa Hajar Aswad dan segenggam dedaunan Surga, lalu ia menaburkannya di India, maka tumbuhlah pepohonan yang wangi baunya. Maka asal mula wewangian dari India itu adalah dari segenggam dedaunan Surga yang ikut dibawa turun oleh Adam. Sesungguhnya Adam menggenggamnya hanya terdorong oleh rasa penyesalannya karena dikeluarkan dari Surga.
๐Ÿ‘‰๐ŸปImran ibnu Uyaynah meriwayatkan dari Ata ibnu Saaib, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Adam diturunkan di Dahna, salah satu wilayah negeri India.
๐Ÿ‘‰๐ŸปIbnu Abu Hatim mengatakan bahwa Adam diturunkan di suatu daerah yang dikenal dengan nama Dahna, terletak di antara Mekah dan Taif.
๐Ÿ‘‰๐ŸปAl-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa Adam diturunkan di India, sedangkan Siti Hawa di Jeddah, dan iblis di Dustamisan yang terletak beberapa mil dari kota Basrah, sedangkan ular diturunkan di Asbahan.
๐Ÿ‘‰๐ŸปDalam riwayat lain dikatakan Adam a.s. diturunkan di Safa, dan Hawa diturunkan di Marwah.

๐Ÿ“Bagaimana keadaan Nabi Adam saat diturunkan?

๐Ÿ‘‰๐ŸปRaja Ibnu Salamah mengatakan bahwa Adam a.s. diturunkan, sedangkan kedua tangannya diletakkan pada kedua lututnya seraya menundukkan kepalanya. Iblis diturunkan, sedangkan jari jemari tangannya ia satukan dengan yang lainnya seraya mengangkat kepalanya ke langit.
๐Ÿ‘‰๐ŸปDari Abu Musa mengatakan "Sesungguhnya ketika Allah Swt menurunkan Adam dari Surga ke bumi, terlebih dahulu Dia mengajarkan kepadanya membuat segala sesuatu dan membekalinya dengan buah-buahan Surga. Maka buah-buahan kalian ini berasal dari buah-buahan Surga, hanya bedanya buah-buahan yang ini berubah, sedangkan buah-buahan Surga tidak berubah."

๐Ÿ“Kapan Nabi Adam diturunkan?

๐Ÿ‘‰๐ŸปAz-Zuhri meriwayatkan dari Abdur Rahman ibnu Hurmuz AlA'raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Adam diciptakan, pada hari Jumat pula ia dimasukkan ke dalam Surga, dan pada hari Jumat pula ia dikeluarkan darinya." (Riwayat Imam Muslim dan Imam Nasai)

๐Ÿ“Faedah yang terkadung dalam ayat

Fakhruddin (Ar-Razi) mengatakan, "Sepengetahuanku di dalam ayat ini terkandung makna peringatan dan ancaman yang besar terhadap semua perbuatan maksiat bila ditinjau dari berbagai segi. Antara lain ialah penggambaran kejadian yang dialami oleh Nabi Adam hingga ia dikeluarkan dari Surga, hanya disebabkan kekeliruan yang kecil, yang ini membuatnya menjadi sangat malu terhadap perbuatan maksiat".

Ar-Razi meriwayatkan dari Fathul Mausuli mengatakan bahwa kita ini pada awalnya adalah kaum penghuni Surga, kemudian kita ditawan oleh iblis ke dunia. Maka tiadalah yang kita alami selain kesusahan dan kesedihan sebelum kita dikembalikan ke rumah tempat kita dahulu dikeluarkan.

๐Ÿ“Beberapa pendapat seputar iblis yang menggoda Nabi Adam a.s

Apabila ada yang mengatakan, "Jika surga tempat Adam a.s dikeluarkan berada di langit, (seperti yang dikatakan oleh jumhur ulama) maka mengapa iblis dapat memasukinya, padahal dia telah diusir darinya untuk selama-lamanya?

Sebagai jawabannya dapat dikatakan, "Memang pemikiran seperti inilah yang dijadikan dalil bagi orang yang mengatakan bahwa Surga yang dalunya ditempati oleh Adam berada di bumi bukan di langit. Hal ini telah kami jelaskan secara rinci dalam permulaan kitab kami AlBidayah Wan Nihayah.

Dan Sehubungan dengan pertanyaan tersebut jumhur ulama mengemukakan berbagai jawaban, antara lain:
Iblis memang dilarang masuk Surga bila memasukinya secara baik-baik. Jika dia memasukinya dengan cara yang hina seperti menyusup maka tiada yang mencegahnya.
Karena itu, ada sebagian dari mereka yang mengatakan (sebagaimana apa yang disebut di dalam kitab Taurat) bahwa iblis masuk ke dalam Surga melalui mulut ular yang kemudian ular tersebut masuk ke dalam Surga.

Menurut sebagian ulama, dapat pula iblis menggoda keduanya (Adam dan Hawa) dari luar pintu Surga.
Sebagian yang lainnya mengatakan bahwa iblis menggoda keduanya dari bumi, sedangkan keduanya masih berada di dalam srga di langit. Demikian menurut Az-Zamakhsyari dan lain-lainnya.

Wallahu'alaam bishshowab

Oleh : Tim Syari'ah Divisi Tsaqofah Islamialyah - PSDM ODOJ
Sumber : Alquran al azhim

RTO/19/02/10/2015/Divisi TSI-PSDM ODOJ

Kamis, 01 Oktober 2015

Larangan meminta-minta

Bismillah.. Rasulullah SAW melarang seorang muslim untuk meminta-minta dari orang lain, tanpa ada kebutuhan yg mendesak.

Karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan menunjukkan adanya kecendrungan kepada dunia dan keinginan untuk memperbanyak harta.

Nabi SAW mengabarkan bahwa barangsiapa yg melakukan perbuatan meminta-minta yg hina ini, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong dagingpun yg melekat di wajahnya. Ini sebagai balasan yg setimpal baginya kareka kurangnya rasa malu dia untuk meminta-minta kepada sesama makhluk.
.
“Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun,” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725).
“Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yg menerimanya dengan hati yg baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tidak akan mendapat berkahnya, dia bagaikan orang yg makan namun tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al-Bukhari no. 1472 dan Muslim no. 1717).
.
Oleh karena itu ringankanlah beban orang yg menjalani Safar (berpergian) karena safar adalah potongan dari azab.
.
Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi SAW bersabda,
”Berpergian (safar) itu adalah sebagian dari siksa. Ia menghalangi seseorang dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila seseorang telah selesai dari urusannya hendaklah ia segera pulang ke keluarganya,” (HR Bukhari dan Muslim).
“Dikatakan bagian dari azab, karena safar akan meninggalkan segala yg dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).
.
Bisa jadi yg dimaksud dicintai ini adalah keluarga yg ia cintai, rumah yg nyaman, ibadah yg teratur, dan lain-lain.

Sedang setiap perjalanan tidak ada jaminan akan bisa kembali, lalu mengapa kita bebani dengan titipan dan amanah yg membebani..?? Sekadar tips buat yg bersafar, untuk menjaga saudara kita dari meminta, jika berkelebihan rezeki akan lebih indah jika kita memberi sedikit oleh-oleh.
.
#dakwahislamid
Semoga Bermanfaat

2 Organ Tubuh Terbaik dan Terburuk

2 Organ Tubuh yang Terbaik dan Terburuk


Dalam banyak riwayat, Rasulullah saw sering menekankan untuk menjaga lisan. Walaupun lidah adalah anggota tubuh yang kecil, namun ia adalah penentu keselamatan seseorang. Allah berfirman,
ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุงْ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุญُุณْู†ุงً -ูจูฃ-

“Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia.”
(Al-Baqarah 83)



Allah Ciptakan dua telinga dan satu lidah agar manusia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Karenanya, Allah selalu mengingatkan manusia untuk berhati-hati dalam berbicara. Karena setiap yang terucap pasti ada pertanggung jawabannya.
ู…َุง ูŠَู„ْูِุธُ ู…ِู† ู‚َูˆْู„ٍ ุฅِู„َّุง ู„َุฏَูŠْู‡ِ ุฑَู‚ِูŠุจٌ ุนَุชِูŠุฏٌ -ูกูจ-

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”
(Qaf 18)



Suatu hari, majikan dari Luqman Al-hakim memanggilnya, ia pun berkata,

“Wahai Luqman, potonglah seekor kambing dan bawakan kepadaku 2 potong daging terbaik darinya.”

Luqman menuruti perintah majikannya. Ia potong seekor kambing kemudian ia datang dengan membawa hati dan lidah kambing itu.

Kemudian si majikan kembali menyuruhnya untuk menyembelih satu ekor lagi dan membawa 2 potong daging yang paling buruk.

Luqman kembali menyembelih kambing dan membawakan 2 daging yang sama kepada majikannya, hati dan lidah.

Lalu si majikan bertanya tentang keanehan ini, Luqman pun menjawab,
“Hati dan lidah adalah organ terbaik jika keduanya digunakan dengan baik. Dan keduanya bisa saja menjadi organ terburuk jika digunakan untuk keburukan.”

Rabu, 30 September 2015

Dilema Peminjaman Bank

ANDA YANG MASIH NGEYEL MAU PINJAM BANK, BACA INI!
UTANG RIBA = PERBUDAKAN

Ini adalah skema perhitungan di salah satu BANK yang saya pernah ambil kredit disitu.

Bank ini tersebar luas diseluruh Indonesia. Kalau saya sebutkan pasti anda tahu. Tapi tidak penting itu bank apa, hampir semua bank sekarang menggunakan skema kredit yang sama.

Kalaupun skema kreditnya berbeda, tetap saja ujung-ujungnya ketemunya mirip2, semacam saudara kembarlah.

Selain RIBA membuat RAIB harta benda kita, ternyata kita selama ini dibodohi dengan sistem perbankan yang tidak fair.

Trik-trik perbankan diantaranya adalah:
1. Memberikan iming2 bunga rendah.
"Ini bunga cuma 2% pak."
"Khusus buat bapak karena pelanggan setia, kita kasih bunga ringan hanya 1% pak."
Dan bermacam2 rayuan maut yang luar biasa.

Anda akan berpikir, margin keuntungan saya selama ini khan 20% dari modal, berarti kalau saya pinjam bank, saya nambah penghasilan banyak, karena modal saya + utang = margin nambah banyak. Sementara bunga hanya 1% dari utang. Masak iya misal utang Rp. 75 juta tidak bisa ngasih bunga Rp. 750.000,-. Khan kalau modal saya ditambah Rp. 75 juta, saya akan mendapatkan tambahan penghasilan rata-rata 20% = Rp. 15 juta!!! Wah, bunga Rp. 750.000,- kecil banget.......

Anda lupa, kalau uang Pinjaman itu setiap bulan terus berkurang, itu berarti bulan depannya, bunga yang anda bayar bukan 2% dari pinjaman anda, tetapi sudah membesar. Semakin bulan, bunga yang anda bayar semakin besar. (Lihat pada gambar)

2. Tidak mau menjelaskan secara gamblang dan transparan sistem kreditnya. Yang ditekankan, cepat cair.
Karena kebanyakan orang yang utang di bank adalah orang yang terdesak keperluan sehingga yang penting cepat cair, maka bank dengan lihai menghindari menjelaskan skema kreditnya seperti apa.

Anda akan berpikir, kalau saya utang Rp. 10 juta selama 10 bulan, maka ketika saya sudah mengangsur selama 5 bulan, maka utang saya hanya tinggal 5 juta.

Padahal itungan anda itu mutlak salah. Kebanyakan bank menggunakan sistem BUNGA MENURUN. Ih, ENAK yah bunganya menurun?? Kata temen saya: ENAK PALA LO PEANG!

Hehehehe, saya memaklumi nih, gregetannya kawan saya yang pernah juga seperti saya juga, kena jebakan bank di bank yang sama, sampai habis semua miliknya, bahkan sampai rumahpun sekarang tidak punya.

Apa sih bunga menurun? lihat langsung aja deh di gambar, capek njelasin detil. Intinya skema bunga menurun ini bukan menguntungkan anda, tapi sangat2 merugikan anda.

Ketika anda mau melunasi utang Rp. 10 juta tadi, bisa jadi anda harus membayar Rp. 8.5 juta. Kok bisa? Bukan Rp. 5 juta?
Karena skema bunga menurun, denda angsuran 2x kedepan, denda bunga berjalan, denda pinalti, dan administrasi.

3. Anda dibuat panik
Biar tidak banyak tanya, dan tidak sempat membaca surat perjanjian kredit, bank biasanya tiba2 saja memanggil anda untuk pergi ke bank, untuk tanda tangan, di waktu2 yang mepet, dan terkesan terburu2. Yang bentar lagi kas tutup, yang notarisnya bentar lagi pergi, dan surat perjanjian kredit itu memiliki kekuatan hukum, tapi anehnya lembaran2 yang begitu banyaknya dengan tulisan kecil2 banget kita tidak diminta untuk membaca sebelumnya. Harusnya karena itu memiliki konsekuensi hukum, kita dikasih 2-3 hari untuk mempelajari dan untuk setuju atau tidak dengan perjanjian tersebut.

Begitu tanda tangan, ternyata isinya adalah tali gantung yang siap mengeksekusi kita kapanpun.

4. Biaya-biaya dan tabungan
Ketika kita pinjam uang Rp. 75 juta, kita tidak akan benar2 menerima uang Rp. 75 juta. Paling sekira Rp. 70 juta.
Yang pernah saya alami, sbb:
- Kena biaya administrasi bank dan notaris
- Kena biaya provisi (uang jasa kepada bank karena sudah mencairkan pinjaman. Aneh ya, ngasih pinjaman, kasih jasa untuk diri sendiri)
- Untuk 1x cicilan bulan depan (cicilan pertama) sudah ditinggal dibuku tabungan yang akan didebet (sama aja bohong khan)
- Biaya materai yang seabreg
- Ninggali lagi buat tabungan sekian %.

Ah, banyak sekali trik2 perbankan untuk menjebak kita. Kalau ditulis bisa jadi 1 buku sendiri.

Sudahlah, Kita langsung saja pada angka2 di gambar.
Disitu dicontohkan saya meminjam uang ke Bank sebesar: Rp. 75 juta
Jangka waktu: 36 bulan
Uang yang saya terima bersih : Rp. 70 juta
Keuntungan bank: Rp. 54.949.000
Prosentase bunga sesungguhnya: 73.25%

Karena menggunakan sistem bunga menurun, maka cicilan saya sebesar Rp. 3.470.000,- yang dihitung sebagai angsuran pokok hanya Rp. 1.169.000,- sementara bunganya Rp. 2.301.000,-.

Bikin gregetan ga, jadi ternyata sistem bunga menurun itu, BUNGA DIAMBIL LEBIH BESAR DIAWAL2, sehingga pokok cicilan jauh lebih kecil. Ini yang menyebabkan, kalau anda nyicil putus ditengah jalan, bank tidak akan rugi, karena sebagian besar bunga sudah mereka dapatkan. Kalau diteruskan mereka dapat bunga penuh. Bank ga ada kalahnya, kita yang diperas habis2an.

Utang bank, artinya anda siap bekerja siang malam, berpikir siang malam, peras keringat siang malam, merasa khawatir siang malam, was-was siang malam, dan hasil kerja anda anda serahkan kepada bank, bahkan anda harus mengantre untuk memberikan hasil keringat anda. Bisa jadi, hasil yang anda dapatkan diserahkan semua, sementara anak istri dirumah menangis kekurangan atau bahkan sedang kelaparan.

Sementara Pegawai-pegawai bank, pakai baju rapi, pakai dasi, badan wangi, gaji berjeti2, diruangan ber AC dan santai2 menerima uang dr kita yg pada antri.

Anda masih mau jadi budak?

Anda yang sudah bosan diperbudak, silakan praktekkan ilmu-ilmu langsung dari pengalaman saya sendiri, bagaimana cara melipatgandakan penghasilan agar utang anda bisa lunas dengan jauh lebih cepat, seperti yang sudah saya sampaikan di Kelas Wirausaha Room 1. Praktekkan, jangan cuma dibaca. Perkuat karakter dan mentalitas anda, lakukan strategi2 yang tidak bisa, dan anda segera lunas utang, dan jadilah manusia-manusia bebas dan merdeka.

Jika menurut anda bermanfaat, TOLONG DISHARE agar semakin banyak orang yang selamat dari perbudakan ini. Dengan hanya men-SHARE / membagikan, bisa jadi anda telah menyelamatkan seorang manusia, sebuah keluarga, bahkan mungkin sebuah kumpulan masyarakat.

Semoga bermanfaat

Repost by :
๐Ÿ‘ฅ Group WA Iqra Sunnah

Selasa, 29 September 2015

Tentukan Jenis Kulit Anda

Tentukan Jenis Kulit Anda: Gen di tubuh Anda berperan penting dalam penampilan kulit. Tetapi perubahan homon, kebiasaan makan dan lingkungan juga mempengaruhi kondisi kulit. Oleh karenanya memahami jenis kulit merupakan langkah pertama merawat wajah dengan benar. Langkah kedua adalah mengetahui bagaimana menentukan rutinitas perawatan kulit Anda untuk menyesuaikan perubahan kondisi kulit.

Minhajul Muslim

Minhajul Muslim – Pedoman Hidup Harian Muslim

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (Al Maaidah :3)

Allah telah menyempurnakan Islam. saatnya bagi umat Islam untuk mengaplikasikan syariat itu. Namun, banyak yang masih bingung ingin belajar mulai darimana dan apa referensinya, bukanlah ilmu agama itu sangat luas. Oleh karena itu, dalam buku ini merangkum dan meringkas berbagai referensi shahihdengan menggunakan dalil baik dari Al Quran maupun Al Hadits.

Buku rujukan yang lengkap dan sistematis ! itulah salah satu keunggulan dari buku ini.

Buku ini dikemas secara sistematis dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami, sehingga dapat dijadikan pegangan oleh individu, keluarga, dan lembaga; di manapun, kapan pun dan siapa pun. Berbagai permasalahan pokok meliputi akidah, adab, ibadah, akhlak dan muamalah diuraikan secara jelas dan padat, mengacu kepada dalil dalil yang akurat dan kuat. Sebab, penulis memiliki komitmen yang tinggi untuk mengikuti jejak salafus shalih.

Karena begitu populernya buku ini, sehingga tidak heran buku ini dicetak berulang kali dalampuluhan edisi yang tersebar luas di banyak negara. Sudahkah anda memiliki buku ini ?